Oke, ini hasil iseng benchmark 2 Aplikasi Software Virtualisasi setelah membaca artikel yang serupa tentang perbandingan antara VirtualBox vs. Qemu vs. VMPlayer. Pada artikel tersebut sayangnya tidak disertakan instalasi add-on (Guest Addition) untuk VMWare. Jadinya penulis penasaran, bagaimana kalau disertakan add-on-nya. Disini penulis tidak mengikutkan qemu, karena setelah lihat diforum lain, kebanyakan masih sering ditemukan error.
INSTALASI
Masing-masing software di install di laptop dengan spesifikasi :
- Prosesor Centrino Duo T2050 1.6 GHz
- Memori 1 GB (2 keping 512 MB)
- HD Seagate SATA 80 GB
- VGA Intel 945GM
Berjalan di OS Mandriva 2007 PowerPack, pakai XWindows dengan Windows Manager Beryl. Software Virtualisasi yang dipakai adalah VMWare Workstation 6.0 build-45731 dan Virtual Box 1.4.0. Ini waktu testing perbandingan merupakan software versi terbaru.
KONFIGURASI
Untuk Guest OS, dipakai Windows XP Professional SP2. Aplikasi benchmark yang digunakan adalah FreshDevice Diagnose (seperti yang digunakan pada artikel yang dirujuk) dan PC Wizard 2007.
Untuk setting hardware virtual di VMWare mengikuti typical installation XP Pro dengan sedikit penambahan yang dirinci sebagai berikut:
- Memori 256 MB.
- Processors 1.
- Hard Disk IDE 2 GB (auto-grow). Sebenarnya ingin menggunakan SCSI, karena menurut petunjuk dapat meningkatkan performance. Tetapi karena kendala dalam proses instalasinya, maka diset default ke IDE.
- Ethernet Bridged.
- Virtual Memory memakai Reserved Memory (tidak ada yang diswap).
- Device lainnya diset present dan auto-detect.
- 3D accelerator tidak dihidupkan. Karena memang tidak berjalan lancar di laptop penulis.
Sedangkan untuk Virtual Box:
- Memori 256 MB.
- Enable ACPI
- Video Memory 8 MB
- Hard Disk IDE 2 GB (auto-grow).
- Host Networking.
- Device lainnya diset present dan default.
Setelah Guest OS selesai diinstall pada masing-masing software virtual, langkah selanjutnya adalah menginstall add-on dari masing-masing paket software tersebut untuk meningkatkan performansinya. Selanjutnya diinstall software benchmark.
BENCHMARK
Pada saat proses benchmark, segala aplikasi yang berjalan di Host yang banyak berjalan di background, seperti beagle, dimatikan. Tidak lupa juga kondisi laptop harus sama saat dilakukan masing-masing benchmark. Prosesor pada laptop diset pada full performance. Kecepatannya akan stabil dikisaran 1.6 GHz. Sempat pada saat melakukan percobaan test kedua di Virtual Box, penulis lupa telah mematikan cooling pad pada laptop. Dan pada saat dilakukan benchmark prosesor, point yang diraih menurun sampai kurang lebih 600 point (Processor Benchmark di Freshdevice Diagnose).
Benchmark awal penulis memakai Freshdevice Diagnose yang berjalan di Windows Guest. Benchmark dilakukan 5 kali untuk masing-masing test, kemudian diambil nilai rata-ratanya.
Selama melakukan benchmark tersebut, pada saat dilakukan test pada network di Virtual Box 1.4.0, penulis menemui beberapa kali BSOD. Kemungkinannya driver untuk virtual network card bermasalah. Penulis hanya mengambil point yang berhasil tanpa BSOD. Namun selang dua kali test, kembali lagi terjadi BSOD.
Begitu juga saat HD Benchmark, baik VMWare dan Virtual Box mengalami kegagalan untuk yang pertama kali. Setelah dilakukan test ke-2 dan seterusnya berjalan normal. Ini kemungkinan karena masing-masing HD diset auto-grow. Sehingga pada saat pertama kali, software benchmark ini mendeteksi bahwa free space-nya tinggal sedikit. Saat selesai test awal, penulis melihat bahwa ukuran Virtual HD mengembang setelah waktu awal instalasi hanya memakan 1 GB, sekarang menjadi 1.7 GB.
Test benchmark kedua menggunakan PC Wizard 2007. Selama proses test, tidak terjadi masalah apapun. Lancar-lancar aja.

KESIMPULAN
Dari hasil perbandingan antara VMWare dan Virtual Box ini tidak terlalu signifikan selisih pointnya. Hanya untuk Display Adapter dan Network Benchmark di Virtual Box agak terpaut jauh. Mungkin karena masalah di driver network milik Virtual Box. Dan juga untuk Display Adapter milik VMWare memang lebih unggul, karena memang pada saat ini di desain untuk mendukung aplikasi 3D (walaupun masih dalam tahap Beta).
Kalau menurut penulis, Virtual Box ini merupakan alternatif yang baik sebagai pengganti VMWare Workstation. Karena memang free untuk personal (ada juga versi open source-nya) dan performance-nya tidak terpaut jauh. Pada point tertentu pada benchmark malahan dapat mengungguli beberapa point lebih tinggi daripada VMWare. Ukuran installernya juga beda jauh. Virtual Box hanya memakan 14 MB, sedangkan VMWare Workstation bisa mencapai 190 MB.
Namun juga karena pengembangannya yang masih baru, kestabilannya masih dipertanyakan. Kalau VMWare memang sudah terjun lama di kancah per-virtual-an. Driver-driver yang jalan di Guest OS dipastikan berjalan stabil.
Seiring dengan waktu, karena didukung lisensi yang tidak tertutup (closed source), dan forum komunitas yang berjalan, penulis yakin Virtual Box dapat berjalan lebih stabil.
admin Benchmark