Memilih filesystem yang cocok untuk Flash disk
Karena ingin tahu lebih dalam tentang Linux Live USB, penulis cari-cari informasi tentang filesystem yang cocok dijalankan diatas flash disk. Di artikel wikipedia, di jelaskan bahwa flash memory mempunyai kelemahan dalam hal keterbatasan dalam menuliskan/menghapus data. Untuk tipe NOR memori terbatas sampai 100.000 kali penulisan, sedangkan tipe NAND memori bisa sampai 1.000.000 kali. Namun untuk saat ini desain NOR sudah mengikuti tipe NAND, sehingga ketahanannya hampir sama.
Oleh karena batasan tersebut, beberapa manufacture hardware menambahkan controller untuk menekan/mencegah pemakaian tulis/hapus pada block data yang sama. Teknik ini dinamakan wear levelling, dimana controller tersebut akan menghitung jumlah penulisan dan akan melakukan mapping pada block lain sehingga proses penulisan diupayakan akan mendapatkan jumlah yang sama/merata. Ini mencegah area “hot spot” untuk static file system, dimana pada blok-blok tertentu sering terjadi penulisan data. Selain wear levelling, controller juga menyediakan Bad Block Management(BBM). Jika saat penulisan ditemui error, maka controller ini akan remap blok data penulisan ke blok lain (spare) yang kondisinya masih bagus.
Wear leveling sebenarnya juga diterapkan pada file system driver yang khusus dirancang untuk flash memory ini. Di linux ada 2 filesystem yang dirancang untuk flash memory, yakni JFFS2 dan YAFFS. Untuk saat ini ada filesystem yang sedang dirancang khususnya nanti untuk OLPC, karena tidak memakai HD, yakni LogFs. Namun belum pada tahap stable dan juga belum masuk ke kernel utama Linux. LogFS ini dibuat, karena pada filesystem yang sudah ada saat ini (JFFS dan YAFFS), skalabilitasnya masih linier. Sehingga untuk kapasitas Flash disk yang sekarang ini sudah bergiga-giga, maka untuk waktu mounting akan menjadi lama dan pemakaian memori yang dipakai untuk driver akan semakin besar.
Nah, karena model flash disk saat ini sudah built-in Wear Levelling dan Bad Block Management, penggunaan filesystem untuk menghandle kasus tersebut rupanya tidak terlalu diperlukan lagi. Tapi tidak menutup kenyataan bahwa ada beberapa chip firmware yang masih mengijinkan software untuk menggunakan direct access ke chip flash tersebut dan mengimplementasi Wear Levelling dan Bad Block Management di software driver.
Jadi sekarang scope untuk memilih file system buat flash disk ini mungkin pada feature kemudahan yang bisa dicapai. FAT16/32 mungkin saat ini yang paling banyak dipakai di flash disk. Selain memang native di Windows, Linux juga sudah mempunyai driver stable untuk FAT16/32 ini.
So, kesimpulannya…. pake FAT32 aja….